“Program ini memberikan kesempatan bagi peserta mancanegara untuk menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi pesantren dan masyarakat Muslim tradisional di Indonesia mampu merawat khazanah klasik sekaligus memegang teguh komitmen kesetaraan di ruang publik,” tutur Ali Munhanif.
Baca juga: Kemenag: Calon Pengantin Perlu Pahami Prioritas Kebutuhan dan Keuangan Keluarga
Kolaborasi antara kampus, pesantren, dan lembaga negara membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan pemikiran Islam di tingkat global. Pendidikan kader ulama perempuan juga memberi ruang bagi generasi muda untuk melihat bahwa kepemimpinan keagamaan dan pengembangan ilmu Islam terbuka bagi perempuan.
Melalui PKUMI dan International Short Course 2026, Indonesia berupaya memperkuat regenerasi ulama perempuan sekaligus memperkenalkan model pendidikan Islam yang menghubungkan tradisi keilmuan, kesetaraan, dan tantangan masyarakat kontemporer.





