Jumat, 23 Oktober 2026
  • Login
SYARIAHNOW
No Result
View All Result
  • KABAR
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • HALAL FATE
    • Haji Umrah
    • Destinasi
    • Fesyen
    • Kuliner
  • HALAL-IN
    • Produk Halal
    • UMKM
  • FULUS
    • Asuransi Syariah
    • Bank Syariah
    • Pasar Modal Syariah
  • KOMPAS
    • Adab
    • Majlis Ilmu
    • Fiqih
    • Teladan
    • Renungan
  • PETISI
    • Curhat
    • Jajak Pendapat
    • Tanya Jawab
  • FIGUR
  • OLAH RAGA
    • Sepak Bola
    • Bulu Tangkis
    • Bola Voli
    • Golf
  • GALERI
    • Foto
    • Video
  • KABAR
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • HALAL FATE
    • Haji Umrah
    • Destinasi
    • Fesyen
    • Kuliner
  • HALAL-IN
    • Produk Halal
    • UMKM
  • FULUS
    • Asuransi Syariah
    • Bank Syariah
    • Pasar Modal Syariah
  • KOMPAS
    • Adab
    • Majlis Ilmu
    • Fiqih
    • Teladan
    • Renungan
  • PETISI
    • Curhat
    • Jajak Pendapat
    • Tanya Jawab
  • FIGUR
  • OLAH RAGA
    • Sepak Bola
    • Bulu Tangkis
    • Bola Voli
    • Golf
  • GALERI
    • Foto
    • Video
SYARIAHNOW
No Result
View All Result
SYARIAHNOW
No Result
View All Result

Memperingati Hari Santri: Belajar Kehidupan, Mengabdi kepada Sesama

Retna Dwi by Retna Dwi
22 Oktober 2026
in KABAR, Nasional, Opini, Renungan
Memperingati Hari Santri: Belajar Kehidupan, Mengabdi kepada Sesama

 

Syariah Now – Setiap 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri untuk mengenang Resolusi Jihad 1945, ketika para ulama menyerukan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa ini mengingatkan kita pada peran ulama dan santri dalam sejarah bangsa. Namun, selain mengenang perjuangan masa lalu, ada pertanyaan yang layak kita renungkan: apa makna menjadi santri bagi kehidupan hari ini? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat kembali hakikat belajar dan pengabdian yang membentuk tradisi kesantrian.

Dalam tradisi pendidikan Nusantara, dikenal konsep cantrik, yakni murid yang belajar melalui hubungan langsung dengan guru dan menjalani kehidupan di bawah bimbingannya. Konsep ini menyiratkan proses transmisi ilmu melalui relasi langsung antara guru dan murid, yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi berlanjut pada transformasi diri menjadi sikap dan tindakan yang bermakna serta berdampak bagi kehidupan. Ilmu tidak sekadar dipahami, tetapi dihidupi; guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memberi teladan, sementara murid belajar mengolah apa yang diterimanya menjadi bagian dari cara berpikir dan bertindak.

Proses belajar seperti itu tidak hanya berlangsung melalui apa yang disampaikan guru. Pengalaman, perjumpaan dengan orang lain, dan persoalan sehari-hari turut memperkaya pemahaman seseorang. Dari sana, ia belajar membaca kenyataan, mengenali keterbatasan diri, dan memperluas cara pandangnya. Belajar pun tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan ruang pendidikan atau menyelesaikan masa studinya. Selama kehidupan terus menghadirkan hal-hal baru, selalu ada kesempatan untuk belajar.

Page 1 of 6
12...6Next
Previous Post

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Memperkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

Retna Dwi

Retna Dwi

Terpopuler

  • ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN

    ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menag Resmikan IAI Al-Irsyad Jakarta, Dorong Kampus Islam Jadi Pusat Pencerahan Era Post-Truth

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Zakat Menjadi Alat Kepentingan: Menjaga Amil, Perusahaan, dan Dana Umat dari Konflik Kepentingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Revitalisasi IAEI: Mengembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi Syariah di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Petisi

  • Jajak Pendapat
  • Curhat
  • Tanya Jawab
Dari Surga ke Bumi: Peta Jalan Hidup Seorang Muslim

Dari Surga ke Bumi: Peta Jalan Hidup Seorang Muslim

3 minggu ago
Amil Zakat dan Batas Keuntungan Pribadi dalam Menjaga Amanah Dana Umat

Amil Zakat dan Batas Keuntungan Pribadi dalam Menjaga Amanah Dana Umat

1 bulan ago
Ketika Zakat Menjadi Alat Kepentingan: Menjaga Amil, Perusahaan, dan Dana Umat dari Konflik Kepentingan

Ketika Zakat Menjadi Alat Kepentingan: Menjaga Amil, Perusahaan, dan Dana Umat dari Konflik Kepentingan

1 bulan ago
SYARIAHNOW

PT JAKARTA MEDIA INTERNASIONAL
Perum. Pesona Laguna 2, Blok L1 No.19, Cilangkap, Tapos, Depok - Jawa Barat 16457.
Kontak: 0813-1674-5820
Emai: Syariahnow@gmail.com

Kategori

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2024 Syariahnow.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • KABAR
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • HALAL FATE
    • Haji Umrah
    • Destinasi
    • Fesyen
    • Kuliner
  • HALAL-IN
    • Produk Halal
    • UMKM
  • FULUS
    • Asuransi Syariah
    • Bank Syariah
    • Pasar Modal Syariah
  • KOMPAS
    • Adab
    • Majlis Ilmu
    • Fiqih
    • Teladan
    • Renungan
  • PETISI
    • Curhat
    • Jajak Pendapat
    • Tanya Jawab
  • FIGUR
  • OLAH RAGA
    • Sepak Bola
    • Bulu Tangkis
    • Bola Voli
    • Golf
  • GALERI
    • Foto
    • Video
  • Login

Copyright © 2024 Syariahnow.com. All rights reserved.