Baca juga: Kemenag: Musafir Boleh Tidak Puasa saat Mudik, tetapi Tetap Jaga Adab
3. Pesantren Adaptif dan Mandiri
Program Pesantren Adaptif dan Mandiri diarahkan untuk memperkuat penguasaan teknologi, modernisasi tata kelola kelembagaan, serta kemandirian ekonomi pesantren.
Kementerian Agama menilai pesantren perlu merespons perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Selain meningkatkan kemampuan teknologi, program ini mendorong pesantren mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Baca juga: 42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK
“Program ini juga akan mengawal kemandirian ekonomi Pesantren,” ucap Menag.
4. Santri 5.0, Siapkan Kompetensi untuk Masa Depan
Program Santri 5.0 bertujuan membentuk santri yang menguasai ilmu agama sekaligus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Penguatan keterampilan, literasi teknologi, kemampuan beradaptasi, serta karakter keagamaan menjadi bagian dari upaya menyiapkan santri menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
“Ilmu agama dan keterampilan, keduanya penting sebagai bekal santri menatap masa depan,” papar Menag.
Baca juga: Madrasah Unggulan Akan Dibangun di Depok, Kemenag Perkuat UIII
5. Dakwah Digital, Perluas Jangkauan Pesantren
Program kelima adalah Dakwah Digital, yang ditujukan untuk menyiapkan dai dan daiyah agar mampu memanfaatkan media sosial, memahami algoritma, menguasai AI, serta menghasilkan konten kreatif.





