Program ini diharapkan membuat dakwah yang santun dan moderat lebih dekat dengan generasi muda, seiring perubahan cara masyarakat mengakses informasi dan pengetahuan keagamaan.
Kementerian Agama mendorong dakwah pesantren menjangkau ruang digital tanpa meninggalkan kedalaman ilmu agama, moderasi beragama, dan kesinambungan sanad keilmuan.
Baca juga: Mudik Kemenag 2026 Berangkatkan 700 Pemudik ke Jawa dan Sumatra
“Santri harus juga hadir dalam kreatif dan relevan di ruang digital. Sehingga dakwah yang santun dan moderat, menjadi lebih dekat dengan generasi muda,” tandasnya.
Melalui kelima program tersebut, Kementerian Agama berupaya memperkuat peran pesantren, memperluas kesempatan bagi santri, dan meningkatkan kesiapan mereka menghadapi perubahan zaman. Upaya ini menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan santri sebagai sumber daya manusia yang berilmu, terampil, mandiri, dan berkontribusi bagi masyarakat.





