Kolaborasi ketiga perusahaan ini mempertemukan peran manajer investasi, perusahaan sekuritas, dan bank kustodian dalam satu ekosistem. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan produk yang menggabungkan pengelolaan investasi dengan kontribusi sosial.
Bagi generasi muda yang mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan, pendekatan ini dapat memperkenalkan pasar modal syariah sebagai salah satu pilihan untuk mencapai tujuan finansial sekaligus mendukung kegiatan sosial. Dengan demikian, literasi investasi tidak hanya membahas keuntungan, tetapi juga tanggung jawab dalam mengelola dana.
Baca juga: Pembiayaan Emas Bank Muamalat Tembus Rp1,9 Triliun, Tumbuh Lima Kali Lipat
Kepercayaan menjadi faktor penting dalam pengembangan produk investasi. Investor perlu memperoleh kepastian bahwa pengelolaan dana, administrasi, dan proses operasional berjalan sesuai ketentuan serta prinsip syariah.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, perseroan menjalankan peran sebagai bank kustodian dengan mengutamakan amanah dan tata kelola yang baik.
“Sebagai Bank Kustodian, kami berkomitmen penuh menjaga amanah para investor. Kami memastikan seluruh proses administrasi investasi syariah ini berjalan secara good governance, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah.”
Baca juga: Bank Muamalat Dukung Pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan di Bandung
Melalui kerja sama ini, Majoris, Bank Muamalat, dan Trimegah berharap dapat memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia. Ketiganya juga ingin mendorong masyarakat melihat pasar modal bukan semata-mata sebagai tempat mencari keuntungan, melainkan sebagai salah satu sarana untuk menciptakan manfaat sosial.




