Godaan Adam dan Wajah Kehidupan Modern
Kisah Adam tetap relevan ketika dibawa ke kehidupan modern.
Manusia mendapatkan banyak nikmat, tetapi sering merasa belum cukup. Rumah ingin lebih besar. Penghasilan ingin lebih banyak. Jabatan ingin lebih tinggi. Kekayaan ingin terus bertambah. Popularitas ingin semakin luas.
Keinginan untuk berkembang tentu bukan kesalahan. Persoalan muncul ketika keinginan menjadi penguasa hidup dan manusia mengabaikan petunjuk Allah demi mencapainya.
Karena itu, pertanyaan kehidupan bukan hanya bagaimana memperoleh lebih banyak, tetapi bagaimana memperoleh dan menggunakan apa yang kita miliki sesuai petunjuk Allah.
Peta jalan seorang Muslim sebenarnya sederhana: mengenal Allah sebagai tujuan, mengenal Iblis sebagai musuh, mengenali kelemahan diri berupa kesombongan, kelupaan dan hawa nafsu, menjadikan wahyu sebagai pedoman, serta menjalankan aqidah, ibadah dan muamalah secara utuh.
Dan ketika tergelincir, jangan mengikuti jalan Iblis dengan mempertahankan kesalahan. Ikutilah jalan Adam: mengakui kesalahan, bertaubat, dan kembali kepada Allah.
Dunia bukan kampung terakhir. Dunia adalah tempat ujian dan amal. Akhirat adalah tempat pertanggungjawaban.
Dari tanah manusia diciptakan. Di bumi manusia menjalankan amanah. Dengan petunjuk Allah manusia mencari keselamatan. Dan kepada Allah manusia akan kembali.
Iblis menunjukkan jalan kesombongan. Adam menunjukkan jalan taubat. Para nabi menunjukkan jalan petunjuk. Muhammad SAW menyempurnakan risalah. Al-Qur’an menjadi petunjuk dan Sunnah menjadi penjelas serta teladan.
Pada akhirnya, peta jalan hidup seorang Muslim adalah mengenal Allah, mengikuti petunjuk-Nya, memakmurkan bumi dengan amal saleh, menjaga diri dari tipu daya setan, bertaubat ketika tergelincir, dan mempersiapkan perjalanan pulang menuju kampung akhirat.





