Digitalisasi Jadi Penggerak Perbankan Syariah
Dalam talkshow, Dian Masyita menyoroti peran teknologi dalam perkembangan perbankan syariah. Menurut dia, inovasi digital perlu berjalan beriringan dengan sistem keamanan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca juga: BCA Syariah dan Bank Aladin Syariah Perkuat Transaksi Antarbank Lewat SiPA
“Keamanan dari rekening, digitalisasi itu jadi plusnya juga. Dua-duanya itu tak terelakkan lagi membuat orang akan memilih,” kata Dian.
Dian juga melihat digitalisasi BCA Syariah berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Teknologi, kata dia, dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses.
Sementara itu, Bukit Mas Siahaan mengatakan Generasi Z menjadi salah satu segmen yang berpotensi berkembang dalam bisnis konsumer. Saat ini, pembiayaan KPR masih didominasi generasi milenial sebesar 71,2 persen, sedangkan porsi Generasi Z mencapai 7,4 persen.
Baca juga: BCA Syariah Kolaborasi dengan Haddad Alwi Perluas Inklusivitas Perbankan Syariah
Pada produk pembiayaan emas, partisipasi Generasi Z menunjukkan peningkatan. “Gen Z mulai lebih banyak yang mengambil pembiayaan emas, angkanya sekitar 19%. Jadi di sini kami melihat peluang bahwa ke depannya ada potensi market yang berkembang di generasi Z,” jelas Bukit.
Perubahan demografi tersebut mendorong kebutuhan transformasi digital. BCA Syariah meresponsnya melalui aplikasi mobile banking BSya yang menyediakan layanan, antara lain pembukaan tabungan dan pembiayaan emas.





