“Dengan pangsa pasar yang masih di kisaran 7,4%, potensi pertumbuhan syariah ke depan masih sangat besar,” ujar Pandji kepada Kontan, Senin (26/10/2026).
CIMB Niaga Syariah Perkuat Posisi dan Dana Murah
CIMB Niaga Syariah mengukir pencapaian penghimpunan dana hingga menyentuh angka Rp 52,5 triliun per September 2026, melonjak sekitar 17% dari posisi Maret 2026.
Baca juga: Erick Thohir Bakal Bentuk Bullion Bank, Bank Syariah Indonesia Disebut
Dominasi nasabah muda yang aktif bertransaksi digital sukses mendongkrak rasio dana murah atau current account saving account ke level 63%.
Kesiapan infrastruktur digital serta efisiensi biaya pendanaan memuluskan langkah unit usaha syariah menuju fase spin-off pada kuartal IV tahun 2026.
Langkah terukur ini membuktikan bahwa produk keuangan berbasis syariah mampu bersaing sebagai instrumen tabungan utama.
Instruman itu dipandang sebagai hal yang fungsional sekaligus memberi dampak positif bagi ekosistem masyarakat luas.
Siasat Matang Hadapi Perebutan Likuiditas
Manajemen bank tetap mewaspadai pengetatan likuiditas dan dinamika suku bunga akhir tahun dengan mengandalkan kedekatan komunitas serta edukasi keuangan yang interaktif.
Baca juga: Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman
Bank menolak terjebak dalam perang bunga tinggi dan memilih memperluas ekosistem transaksi yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup generasi produktif.
“Kami tetap optimistis, karena basis nasabah kami semakin luas dan loyal, serta tidak semata-mata digerakkan oleh faktor imbal hasil,” kata Pandji. (*)





