Syariahnow.com-Jakarta-Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola secara terukur dan transparan untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta komunitas internasional. Pemerintah juga menargetkan penurunan defisit anggaran menjadi 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2027.
Dalam wawancara bersama Retno Pinasti di Gedung AA Maramis, Jakarta, pada Rabu (7/10), Suahasil menyebut kredibilitas APBN menjadi bagian penting dari kepercayaan terhadap pemerintah dalam mengelola keuangan negara.
“Pemerintah Republik Indonesia itu adalah pemerintah yang harus bisa dipercaya oleh semua pihak. Dipercaya oleh rakyatnya, dipercaya oleh komunitas internasional. APBN sebagai alatnya juga harus bisa dipercaya,” kata Suahasil, dikutip Syariahnow.com, dari kemenkeu.go.id, Senin, 12 Oktober 2026, di Jakarta.
Baca juga: Pendapatan Negara Tembus Rp2.341,5 Triliun hingga September 2026
Suahasil menambahkan, kredibilitas anggaran ditentukan oleh pengelolaan pendapatan dan belanja yang tertata. Belanja negara tetap harus mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi pelaksanaannya mesti terukur dan tidak berlebihan.
“Terukur, bukan jor-joran, tetapi memang belanja yang dimaksudkan untuk bisa menyentuh kehidupan masyarakat, pelayanan publik harus jalan, operasional pemerintahan cukup efisien, perlindungan sosial harus kita jaga, infrastruktur dasar, infrastruktur perdesaan, infrastruktur sosial harus dibiayai dari APBN,” jelasnya.
Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2027 Sebesar 2,4 Persen
Untuk menjaga kesehatan anggaran, pemerintah merancang penurunan defisit APBN dari estimasi sekitar 2,85 persen pada 2026 menjadi 2,4 persen dari PDB pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi belanja negara.





