Baca juga: Pemerintah Tampung Pertimbangan DPD untuk Pembahasan RAPBN 2027
“Untuk APBN 2027, kita mendesain APBN dengan defisit 2,4% dari PDB. Ini adalah pesan dari Bapak Presiden kita. APBN betul-betul dibuat lebih efisien,” ucap sang Bendahara Negara.
Suahasil menjelaskan, efisiensi anggaran tidak dilakukan dengan pemotongan reaktif ketika penerimaan negara berfluktuasi. Pemerintah menjalankan evaluasi dan pengendalian belanja secara berkelanjutan selama tahun anggaran berlangsung.
Di sisi lain, anggaran tetap diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional yang mencakup delapan bidang utama. Pemerintah berupaya memastikan efisiensi tidak mengurangi manfaat program bagi masyarakat.
Baca juga: OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah lewat EKSiS 2026
Efisiensi Belanja Jaga Kualitas Program Prioritas
Suahasil mencontohkan pelaksanaan program Badan Gizi Nasional (BGN) yang diarahkan pada optimalisasi dan efisiensi operasional. Langkah tersebut harus tetap menjaga kualitas layanan dan memastikan bantuan atau manfaat program tepat sasaran.
Pemerintah juga memastikan penyaluran anggaran untuk Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan berjalan sesuai tata kelola yang baik. Dengan demikian, belanja negara diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi tidak semata-mata berorientasi pada pengurangan pengeluaran. Pemerintah juga perlu menjaga agar program prioritas tetap berjalan sesuai tujuan dan memberikan hasil yang terukur.





