Festival Sarung dan Peci Santri
Pada 16 Oktober 2026, Kemenag menggelar Festival Sarung dan Peci Santri. Agenda tersebut mengangkat sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia.
Baca juga: BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Digitalisasi ZISWAF lewat Aplikasi BSya
“Karena salah satu identitas Pondok Pesantren itu sarung dan peci. Kita bisa meraih perkembangan ke depan yang lebih bagus tanpa harus meninggalkan tradisi asli kita, bangsa Indonesia. Itulah Pondok Pesantren,” ujarnya.
Expo Kemandirian Pesantren
Expo Kemandirian Pesantren berlangsung pada 16-24 Oktober 2026. Kegiatan ini akan menampilkan potensi ekonomi dan produk yang dikembangkan pesantren.
“Nanti ada eksponya. Kita akan tunjukkan kepada dunia bahwa pesantren bukan hanya bisa hafal Al-Qur’an” katanya.
Baca juga: Menag Resmikan IAI Al-Irsyad Jakarta, Dorong Kampus Islam Jadi Pusat Pencerahan Era Post-Truth
Basnang Said mengatakan expo akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta.
“Ini penting karena sejak tahun 2021 sampai 2025 ada 4.185 pesantren yang mendapatkan bantuan inkubasi. Dari 4.185 pesantren tersebut, kemudian bertransformasi menjadi BUMPES, Badan Usaha Milik Pesantren. Inilah yang nanti kira-kira akan kita minta untuk memamerkan produk-produknya,” ujar Basnang.
Menurut Basnang, expo juga menjadi sarana memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan kewirausahaan pesantren.
“Temanya mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta produk-produk khas lainnya. Semuanya nanti akan kita pamerkan dan semoga juga memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.
Baca juga: Menag Terima Dirut BPJS, Bahas Penguatan Literasi Kesehatan Umat
Upacara Hari Santri
Puncak peringatan Hari Santri akan ditandai dengan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026.
“Upacara Hari Santri, yang nanti kita akan tradisikan itu. Setiap tanggal 22 Oktober itu kita peringati sebagai Hari Santri,” kata Menag.




