Syariahnow.com-Jakarta-Tingginya ketidakpastian global mendorong para pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, terutama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Stabilitas rupiah dinilai menjadi fondasi penting bagi ketahanan sektor keuangan dan sektor riil sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Departemen Perizinan dan Manajemen Krisis DPMKP OJK, Aslan Lubis, mengatakan 2026 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri jasa keuangan. Tekanan berasal dari dinamika global maupun kondisi domestik yang masih dibayangi berbagai risiko.
Menurut Aslan, ketidakpastian global dipicu oleh konflik geopolitik yang masih berlangsung, termasuk perang Iran-Amerika Serikat, serta meningkatnya kebijakan proteksionisme di sejumlah negara yang berdampak terhadap rantai pasok global, terutama sektor energi.
“Semua faktor ketidakpastian itu kemudian mengganggu rantai pasok global, khususnya energi, yang sama-sama kita ketahui juga kita sekarang sudah menjadi net importir, khususnya di minyak,” kata Aslan dalam diskusi Forekbank Financial Outlook 2026, Rabu, 29 Juli 2026, di Jakarta.
Dia menilai tantangan tersebut tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, serta pelaku industri keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia, lanjut Aslan, telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin sejak Mei 2026. Sementara pemerintah melalui Kementerian Keuangan melakukan efisiensi anggaran, termasuk untuk mendukung program prioritas nasional, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah.
“Kita patut berbangga bahwa stabilitas sektor keuangan, saya kira teman-teman semua melihat, itu terjaga dengan sangat baik sampai saat ini,” tambah Aslan.
Terpopuler
-
ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN
-
Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman
-
Menag Resmikan IAI Al-Irsyad Jakarta, Dorong Kampus Islam Jadi Pusat Pencerahan Era Post-Truth
-
Revitalisasi IAEI: Mengembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi Syariah di Indonesia
-
Jelang Muktmar IAEI 2025, Pilih Pemimpin yang Komitmen dalam Pengembangan Ekonomi Islam





