Bank Waspadai Ketidakpastian Global
Seluruh responden bank umum menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi terhadap perkembangan ekonomi global. Kondisi tersebut dinilai berpotensi berlangsung dalam jangka panjang (prolonged) dan dapat disertai risiko pemburukan yang lebih dalam.
Baca juga: OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon di London Climate Action Week 2026
Perbankan menilai dinamika global tersebut dapat memberikan implikasi signifikan terhadap prospek dan kinerja perekonomian nasional.
Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah indikator utama sektor jasa keuangan, terutama perbankan, masih menunjukkan kinerja dan ketahanan yang terjaga. Kondisi itu terlihat dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, permodalan yang kuat, serta likuiditas yang memadai.
Namun, keberlanjutan kinerja perbankan tetap membutuhkan dukungan ekosistem ekonomi yang sehat, stabil, dan kondusif. Kondisi tersebut penting agar fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: OJK Panggil Toyota Astra Financial Services Terkait Dugaan Penagihan dengan Kekerasan
Ke depan, momentum pertumbuhan ekonomi perlu dijaga melalui kebijakan dan langkah yang mendukung stabilitas, produktivitas, serta peningkatan daya saing. Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, perbankan diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan menghadapi tantangan global.
Mengenal Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK
OJK melaksanakan SBPO setiap triwulan untuk memperoleh gambaran mengenai arah perekonomian, persepsi industri terhadap risiko perbankan, serta arah dan tendensi bisnis perbankan pada triwulan berikutnya.
Survei tersebut menghasilkan Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP), yakni indeks komposit yang menggambarkan persepsi industri dengan rentang nilai 1 hingga 100. Nilai di atas 50 menunjukkan optimisme, nilai 50 menunjukkan kondisi stabil, sedangkan nilai di bawah 50 menunjukkan pesimisme.
Baca juga: OJK Sebut Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global
IBP terdiri atas tiga subindeks, yaitu Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM), Indeks Persepsi Risiko (IPR), dan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK).
Selain tiga indeks tersebut, SBPO memuat informasi mengenai isu yang berkembang di industri perbankan serta berbagai faktor yang dinilai dapat memengaruhi kinerja perbankan.
Secara historis, hasil SBPO dinilai relatif cukup akurat dalam memprediksi arah sejumlah indikator makroekonomi maupun perbankan di Indonesia.





