Perkuat Regulasi Keuangan Berkelanjutan
Dalam sesi Transition Finance Panel – Country-level Perspectives pada The Net Zero Delivery Summit, OJK menjelaskan bahwa pembiayaan transisi harus mendukung transformasi sektor-sektor yang sulit didekarbonisasi, seperti energi, manufaktur, transportasi, pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan.
Untuk mendukung agenda tersebut, OJK terus menyempurnakan berbagai kebijakan, antara lain:
- Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI);
- Penguatan pelaporan keberlanjutan sesuai standar internasional;
- Penerapan Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS);
- Penyusunan panduan transition finance dan transition plan;
- Pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan dan infrastruktur pasar.
Selain itu, OJK tengah menyusun revisi POJK Nomor 51 Tahun 2017 mengenai penerapan keuangan berkelanjutan yang ditargetkan terbit pada tahun ini.
Friderica mengatakan TKBI menjadi acuan penting bagi lembaga jasa keuangan dan investor dalam mengidentifikasi kegiatan ekonomi hijau maupun transisi sehingga dapat meminimalkan praktik greenwashing.
“OJK ingin memastikan bahwa sektor-sektor yang perlu bertransisi tidak ditinggalkan, tetapi didorong memiliki rencana transisi yang kredibel. Transisi yang berhasil bukan sekadar memindahkan modal ke sektor yang sudah hijau, melainkan mentransformasikan sektor-sektor beremisi tinggi menjadi lebih rendah karbon secara bertahap, terukur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.





