OJK Dorong Pembiayaan Transisi yang Kredibel
Dalam berbagai forum tersebut, OJK menekankan bahwa keberhasilan transisi menuju ekonomi rendah karbon membutuhkan sistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan investor.
“OJK akan terus memastikan bahwa agenda keuangan berkelanjutan dan pembiayaan transisi tidak berhenti sebagai kerangka kebijakan, tetapi benar-benar menjadi mekanisme pasar yang credible. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem keuangan yang stabil, berintegritas, dan mampu membiayai masa depan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif,” kata Friderica, dikutip Syariahnow.com, dari ojk.go.id, Rabu, 1 Juli 2026, di Jakarta.
Menurut Friderica, tantangan Indonesia bukan hanya menyediakan modal, melainkan memastikan pembiayaan mengalir kepada proyek-proyek yang layak didanai, kredibel, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Baca juga: 42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK
Ia menilai pembiayaan transisi menjadi agenda strategis bagi Indonesia sebagai negara berkembang dan anggota G20 yang harus menjaga pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, memperkuat industrialisasi, sekaligus memenuhi target net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.
Friderica menegaskan bahwa keuangan berkelanjutan kini telah menjadi bagian dari kerangka hukum, regulasi prudensial, tata kelola risiko, dan kewajiban pelaporan yang mendorong perubahan dalam pengelolaan risiko serta penyaluran pembiayaan.





