Syariahnow.com-Jakarta-PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar program renovasi masjid dan musala yang terdampak bencana alam di Sumatera dalam rangka memperingati milad ke-34 perusahaan. Program ini ditujukan untuk membantu pemulihan rumah ibadah agar dapat kembali digunakan masyarakat pascabencana.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial perseroan dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap renovasi masjid dan musala ini dapat mempercepat pemulihan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan, serta menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit,” kata Imam, kepada Syariahnow.com, melalui press realease, Kamis, 7 Mei 2026, di Jakarta.
Imam menambahkan, program sosial tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan sepuluh lembaga filantropi dan lembaga amil zakat (LAZ) di Indonesia. Mitra yang terlibat antara lain Baitulmaal Muamalat, BAZNAS, Al Bahjah Peduli, Dompet Dhuafa, Yayasan Asar Humanity, Rumah Yatim, Baitulmaal Hidayatullah, Human Initiative, Relawan Nusantara, dan Wakaf DT.
Baca juga: Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
Melalui program renovasi rumah ibadah ini, Bank Muamalat juga mengajak nasabah untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi. Selain membantu memulihkan fungsi masjid dan musala sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial, donasi tersebut diharapkan menjadi amal jariyah bagi para donatur.
Nasabah dapat menyalurkan donasi melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN dengan mengakses fitur ZISWAF, memilih lembaga filantropi atau LAZ tujuan, lalu menentukan nominal donasi.
“Insya Allah setiap donasi yang disalurkan membawa manfaat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana,” kata Imam.
Dalam peringatan milad ke-34 tahun ini, Bank Muamalat mengusung tema “Hijrah Lebih Bermakna”. Tema tersebut disebut sebagai refleksi perjalanan panjang perseroan sekaligus arah transformasi yang terus dijalankan.
Baca juga: Pembiayaan Emas Syariah Bank Muamalat Tembus Rp1,7 Triliun Kuartal I 2026
Imam mengatakan transformasi perusahaan tidak hanya difokuskan pada inovasi produk, melainkan juga penguatan layanan dan pengembangan kapabilitas digital untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan bagi nasabah.
“Melalui transformasi yang berkelanjutan, kami memperkuat layanan, mengembangkan kapabilitas digital, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah. Kami meyakini, perjalanan yang bernilai tidak ditempuh sendiri, ia tumbuh dari kebersamaan yang saling menguatkan dan memberi manfaat, termasuk menolong sesama yang membutuhkan,” ujar Imam.
Hijrah Lebih Bermakna
Terpopuler
-
ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN
-
Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman
-
Revitalisasi IAEI: Mengembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi Syariah di Indonesia
-
Jelang Muktmar IAEI 2025, Pilih Pemimpin yang Komitmen dalam Pengembangan Ekonomi Islam
-
Tahun 2024, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Capai 39,11℅ dan 12,88℅




