Syariahnow.com-Jakarta-Menteri Perdagangan(Mendag) Budi Santoso menegaskan Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor Indonesia ke kawasan Amerika Latin. Peru dinilai memiliki posisi penting sebagai gerbang menuju pasar Amerika Selatan sekaligus akses ke Pacific Alliance dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) yang mencakup sekitar 649 juta penduduk.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Santoso dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis, 16 Juli 2026, di Jakarta, yang membahas rencana pengesahan IP-CEPA. Dalam rapat itu, Busan didampingi Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri beserta jajaran eselon I Kementerian Perdagangan.
“IP-CEPA merupakan kerja sama yang strategis untuk memperluas akses pasar ke kawasan Amerika Latin dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan ekspor nasional, membuka peluang investasi, serta mendorong penyerapan tenaga kerja di dalam negeri,” kata Budi, dikutip syariahnow.com, dari kemendag.go.id, Sabtu, 18 Juli 2026, di Jakarta.
Baca juga: Raker DPR, Mendag Busan Perkuat Tata Niaga Gula dan Impor Etanol
Pemerintah, kata Budi, merekomendasikan pengesahan IP-CEPA melalui Peraturan Presiden agar manfaat ekonomi dari perjanjian tersebut dapat segera dirasakan pelaku usaha nasional.
“Percepatan ratifikasi dan implementasi IP-CEPA menjadi krusial agar potensi manfaat ekonominya segera dirasakan,” tambahnya.





