Fokus pada Segmen Ritel dan SME
Dalam forum tersebut, Bank Muamalat menegaskan strategi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan segmen ritel, baik consumer maupun small medium enterprise (SME). Strategi ini dinilai lebih resilien di tengah dinamika ekonomi, tanpa mengabaikan pengembangan bisnis korporasi yang sehat.
Baca juga: Transaksi Sertifikasi Halal via Bank Muamalat Naik 49,1 Persen hingga Juni 2026
Sejumlah produk unggulan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah meningkat lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) hingga mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah produk tersebut juga melonjak 274 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pembiayaan untuk sektor SME terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun atau tumbuh 33 persen secara tahunan.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam.
Baca juga: Bank Muamalat Gandeng ANTAM Perluas Distribusi Emas Syariah, Perkuat Ekosistem Emas Nasional
Sinergi dengan BPKH Perkuat Ekosistem Haji
Selain memperkuat bisnis pembiayaan, Bank Muamalat dan BPKH terus mengembangkan kerja sama strategis dalam mendukung ekosistem haji dan umrah nasional. Menurut Imam, sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus manfaat sosial yang lebih luas.
“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Di mana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di mana pun,” kata Imam.
Salah satu bentuk kolaborasi yang telah dijalankan adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia sebagai pengganti penggunaan uang tunai selama pelaksanaan ibadah haji. Inisiatif tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus mendukung digitalisasi layanan haji dan umrah di Tanah Suci.
Baca juga: Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Enam Kota, Perkuat Bisnis Hadapi Semester II
Bank Muamalat juga memperluas akses layanan pendaftaran haji melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN, jaringan kantor cabang, serta kerja sama dengan PT Pos Indonesia di seluruh Indonesia. Melalui aplikasi tersebut, calon jemaah dapat melakukan pendaftaran dan pelunasan biaya haji, sekaligus mengecek riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji melalui fitur Bank Haji.
Selain itu, BPKH dan Bank Muamalat sepakat melanjutkan berbagai program bersama, baik di tingkat nasional maupun internasional, meliputi kegiatan sosialisasi, diseminasi, penghimpunan dana, hingga program kemaslahatan. BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia layanan kustodian.
“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” tutup Imam.




