Syariahnow.com-Jakarta-Penyuluh Agama Kementerian Agama di Larantuka terus mendampingi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi melalui berbagai program pemberdayaan. Selain kegiatan keagamaan, pendampingan juga dilakukan melalui penguatan ekonomi berbasis pertanian.
Salah satu program yang tengah dijalankan adalah pembibitan semangka dan melon yang melibatkan Tim Peduli Penyintas Erupsi Lewotobi bersama Kelompok Tani Peten Lewo dan Kelompok Tani Pohe Pore.
Para penyuluh agama membentuk kelompok tani yang beranggotakan penyintas erupsi yang masih tinggal di hunian sementara. Mereka mendapatkan pendampingan mulai dari pembukaan lahan, penyediaan benih, proses penanaman hingga panen. Lahan yang digunakan merupakan milik salah seorang penyuluh agama yang kemudian dikelola secara bersama-sama.
Baca juga: 42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK
Pada Kamis, 18 Juni 2026, anggota kedua kelompok tani bersama tim pendamping yang terdiri atas Sam, Stef, Yar, Raden, Son, dan Apol melakukan pembibitan sekitar 1.300 anakan semangka dan 250 anakan melon.
Sebelum penyemaian dilakukan, para peserta terlebih dahulu membersihkan lahan di sekitar rumpun bambu, menggemburkan tanah, dan menyiapkan area pembibitan.
Menurut Sam, lokasi di sekitar rumpun bambu dipilih karena memiliki tingkat kesuburan yang baik untuk mendukung pertumbuhan bibit pada tahap awal.
Baca juga: Madrasah Unggulan Akan Dibangun di Depok, Kemenag Perkuat UIII
“Tanah di sekitar rumpun bambu umumnya kaya humus karena banyak bahan organik yang terurai di sana. Kandungan humus ini sangat membantu pertumbuhan tanaman pada fase pembibitan,” kata Sam, dikutip Syariahnow.com, dari kemenag.go.id, Jumat, 19 Juni 2026, di Jakarta.





