<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow"> <div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="ce43388a-b4e5-404b-a025-8763400b36f2" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true"> <div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden"> <div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling"> <p data-start="439" data-end="636"><strong>Syariahnow.com-Jakarta-</strong>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sektor keuangan domestik tetap terjaga di tengah meningkatnya gejolak ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.</p> <p data-start="638" data-end="808">OJK menilai fundamental perekonomian Indonesia masih cukup resilien dengan dukungan tingkat inflasi yang terkendali serta pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap positif.</p> <p data-start="810" data-end="981">Lembaga pengawas jasa keuangan itu juga terus memantau perkembangan industri perbankan, termasuk tren pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) berdasarkan denominasi mata uang.</p> <p data-start="810" data-end="981">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/ojk-terbitkan-pojk-produk-investasi-perbankan-syariah-untuk-perkuat-industri/">OJK Terbitkan POJK Produk Investasi Perbankan Syariah untuk Perkuat Industri</a></p> <p data-start="983" data-end="1165">Pada April 2026, DPK perbankan tercatat tumbuh 11,39 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut didominasi DPK dalam denominasi rupiah yang naik 11,49 persen yoy.</p> <p data-start="1167" data-end="1309">Pertumbuhan DPK rupiah ditopang oleh giro yang meningkat 23,25 persen yoy, tabungan tumbuh 7,88 persen yoy, dan deposito naik 6,91 persen yoy.</p> <p data-start="1311" data-end="1512">Sementara itu, DPK valuta asing (valas) tumbuh 10,87 persen yoy. Pertumbuhan tersebut berasal dari giro valas sebesar 3,15 persen yoy, tabungan valas 23,21 persen yoy, dan deposito valas 22 persen yoy.</p> <p data-start="1311" data-end="1512">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/ojk-periksa-indosaku-soal-dugaan-pelanggaran-penagihan-debt-collector-di-semarang/">OJK Periksa Indosaku soal Dugaan Pelanggaran Penagihan Debt Collector di Semarang</a></p> <p data-start="1514" data-end="1721">Jumlah rekening DPK juga terus meningkat. Hingga April 2026, total rekening tercatat mencapai 667,1 juta rekening atau tumbuh 7,22 persen yoy, dengan mayoritas masih didominasi rekening berdenominasi rupiah.</p> <p data-start="1723" data-end="1883">Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan terdapat peningkatan porsi DPK valas sejak awal 2026, namun kondisinya masih tergolong wajar.</p> <p data-start="1885" data-end="2181">''Sejak awal 2026, kami melihat bahwa memang terdapat peningkatan porsi DPK Valas terhadap DPK total. Namun demikian, peningkatan DPK Valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK Valas terhadap DPK total sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15 persen-16 persen'', kata Dian, dikutip <em>Syariahnow.com</em>, dari <a href="http://ojk.go.id"><em>ojk.go.id</em></a>, Senin, 25 Mei 2026, di Jakarta.</p> <p data-start="1885" data-end="2181">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/program-febis-dan-sakinah-ojk-perkuat-ekonomi-pesantren-di-kediri/">Program FEBIS dan SAKINAH, OJK Perkuat Ekonomi Pesantren di Kediri</a></p> <p data-start="2183" data-end="2395">Menurut OJK, kenaikan porsi DPK valas terutama terjadi pada deposito valas karena suku bunga yang ditawarkan bank dinilai cukup kompetitif, termasuk untuk menarik dana eksportir tetap ditempatkan di dalam negeri.</p><!--nextpage--> <h3 data-section-id="335x75" data-start="2397" data-end="2444">OJK Pastikan Ketahanan Perbankan Tetap Kuat</h3> <p data-start="2446" data-end="2613">OJK menegaskan kondisi likuiditas perbankan nasional masih memadai. Hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada April 2026 sebesar 86,88 persen.</p> <p data-start="2615" data-end="2871">Selain itu, rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 111,13 persen dan rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 25,39 persen. Angka tersebut berada jauh di atas ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.</p> <p data-start="2615" data-end="2871">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/42-ribu-pesantren-jadi-fokus-digitalisasi-keuangan-kemenag-dan-ojk/">42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK</a></p> <p data-start="2873" data-end="3074">Ketahanan industri perbankan juga ditopang permodalan yang kuat. OJK menyebut rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap tinggi sehingga mampu menjadi penyangga risiko di tengah volatilitas pasar global.</p> <p data-start="3076" data-end="3282">Di sisi lain, OJK terus memantau dampak perubahan nilai tukar terhadap sektor perbankan. Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan disebut masih berada jauh di bawah batas maksimum 20 persen dari modal bank.</p> <p data-start="3284" data-end="3487">Menurut OJK, kondisi tersebut menunjukkan eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar masih relatif terkendali sehingga dampak pelemahan rupiah terhadap stabilitas perbankan dinilai terbatas.</p> <p data-start="3284" data-end="3487">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/ojk-dan-bareskrim-polri-perkuat-kerja-sama-penegakan-hukum-di-sektor-jasa-keuangan/">OJK dan Bareskrim Polri Perkuat Kerja Sama Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan</a></p> <p data-start="3489" data-end="3636">Meski demikian, OJK tetap mewaspadai potensi dampak lanjutan berupa imported inflation dan cost-push inflation akibat kenaikan harga minyak global.</p> <p data-start="3638" data-end="3850">Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK terus memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).<strong> </strong></p><!--nextpage--> </div> </div> </div> </div>