<strong>Syariahnow.com-Jakarta-</strong>Gubernur <a href="http://jakarta.go.id">DKI Jakarta </a><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Pramono Anung Wibowo</span></span> berencana membentuk petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) khusus untuk menangani ikan sapu-sapu di perairan Ibu Kota. Kebijakan ini diambil menyusul dominasi ikan invasif tersebut yang dinilai mengganggu ekosistem sungai dan saluran air. <div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow"> <div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="5f44789a-89fd-4b03-a0d5-3187a61680f6" data-message-model-slug="gpt-5-3" data-turn-start-message="true"> <div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden"> <div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling"> <p data-start="670" data-end="826">“Kami akan konsentrasi, dan untuk itu, nanti akan ada penugasan secara khusus PJLP yang menangani ikan sapu-sapu ini,” kata Pramono, dikutip <em>Syariahnow.com</em>, dari Antara, Jumat, 17 April 2026, di Jakarta.</p> <p data-start="828" data-end="997">Pramono menegaskan penanganan ikan sapu-sapu tidak bisa dilakukan secara seremonial. Ia mendorong upaya yang berkelanjutan dengan melibatkan personel khusus di lapangan.</p> <p data-start="828" data-end="997">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/42-ribu-pesantren-jadi-fokus-digitalisasi-keuangan-kemenag-dan-ojk/">42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK</a></p> <p data-start="999" data-end="1164">Menurut dia, populasi ikan sapu-sapu yang semakin masif perlu ditangani secara serius karena bersifat invasif dan berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan.</p> <p data-start="1166" data-end="1372">Selain memangsa telur ikan lain, ikan sapu-sapu juga dapat merusak tanggul atau turap di bantaran sungai. Ikan ini diketahui membuat lubang sebagai sarang yang berpotensi melemahkan struktur dinding sungai.</p> <p data-start="1374" data-end="1637">Pramono juga menyoroti adanya kandungan residu berbahaya dalam tubuh ikan tersebut. Berdasarkan laporan dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kementerian Kelautan dan Perikanan</span></span>, kadar residu pada ikan sapu-sapu rata-rata berada di atas ambang 0,3, yang berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi.</p> <p data-start="1374" data-end="1637">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/dikritik-publik-kemenhaj-tinggalkan-istilah-war-tiket-dalam-wacana-haji-tanpa-antre/">Dikritik Publik, Kemenhaj Tinggalkan Istilah War Tiket dalam Wacana Haji Tanpa Antre</a></p> <p data-start="1639" data-end="1799">“Kalau dikonsumsi, tentu berbahaya. Selain itu, ikan ini juga merusak lingkungan karena membuat sarang dengan cara menggerogoti dinding sungai,” ungkap Pramono.</p> <p data-start="1801" data-end="2033">Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelar gerakan penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administrasi, yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.</p> <p data-start="2035" data-end="2274">Pramono turut memantau langsung kegiatan tersebut bersama petugas pasukan biru dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta pasukan oranye dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.</p><!--nextpage--> </div> </div> </div> </div>