Syariahnow.com-Jakarta-PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat lonjakan signifikan pada pembiayaan emas syariah sepanjang kuartal I 2026. Produk Solusi Emas Hijrah menjadi motor utama pertumbuhan, seiring meningkatnya minat nasabah berinvestasi emas sebagai instrumen keuangan jangka panjang.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,7 triliun per akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah juga tumbuh 274 persen yoy menjadi 12.061 rekening.
“Capaian ini menunjukkan lonjakan minat nasabah terhadap pembiayaan logam mulia emas, khususnya lewat skema cicilan. Dengan permintaan yang tinggi, Bank Muamalat makin agresif dan optimistis pertumbuhan pembiayaan emas syariah bisa mencapai target pada tahun ini,” kata Ricky, kepada Syariahnow.com, melalui siaran pers, Kamis, 23 April 2026, di Jakarta.
Ricky menambahkan, peningkatan tersebut didorong perubahan perilaku nasabah yang kini mulai mengalihkan dana ke aset produktif, termasuk emas melalui skema angsuran.
Baca juga: Bank Muamalat Catat Kenaikan Pembiayaan Multiguna iB Hijrah 37,1 Persen
Selain itu, emas dinilai semakin diminati sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Faktor lain yang menopang pertumbuhan adalah digitalisasi pengajuan pembiayaan melalui aplikasi Muamalat DIN. Proses yang lebih cepat dan fleksibel membuat layanan ini semakin inklusif dan mudah diakses.
Meski mencatat pertumbuhan agresif, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hingga akhir Maret 2026, kualitas pembiayaan Solusi Emas Hijrah terjaga pada level nol persen, menandakan portofolio yang sehat di tengah ekspansi bisnis.
Prospek dan strategi ke depan
Ricky menilai prospek pembiayaan emas syariah masih terbuka lebar. Permintaan emas sebagai aset riil diperkirakan terus meningkat, terutama dari segmen ritel dan emerging middle class. Di sisi lain, tingkat penetrasi pembiayaan emas di Indonesia masih relatif rendah.
Baca juga: Selama 2025, Aplikasi MADINA Bank Muamalat Tumbuh Dua Digit
Untuk menangkap peluang tersebut, Bank Muamalat menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya memperkuat digitalisasi melalui Muamalat DIN guna menjangkau nasabah generasi muda.
Selain itu, perseroan melakukan bundling dengan produk pembiayaan lain seperti KPR iB Hijrah, pembiayaan haji, dan Multiguna iB Hijrah, serta meningkatkan literasi investasi emas syariah.
Upaya mitigasi risiko juga diperkuat melalui perlindungan asuransi guna memberikan rasa aman bagi nasabah. Strategi ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.
Dengan pendekatan tersebut, pembiayaan emas syariah diposisikan sebagai bagian dari solusi keuangan terpadu, bukan sekadar produk tunggal.
“Kami meyakini pembiayaan Solusi Emas Hijrah tetap menjadi salah satu pilar utama bisnis consumer Bank Muamalat di tengah potensi pasar yang masih sangat besar,” pungkas Ricky.
Terpopuler
-
ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN
-
Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman
-
Revitalisasi IAEI: Mengembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi Syariah di Indonesia
-
Jelang Muktmar IAEI 2025, Pilih Pemimpin yang Komitmen dalam Pengembangan Ekonomi Islam
-
Tahun 2024, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Capai 39,11℅ dan 12,88℅




