Syariahnow.com-Jakarta-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya integrasi nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penguatan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam kegiatan bertajuk Penguatan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta: dari Kesadaran Spiritual Menuju Aksi Lingkungan yang digelar di auditorium kampus tersebut, Menag menilai kesadaran spiritual tidak cukup berhenti pada tataran konsep.
“Kesadaran spiritual harus mampu melahirkan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Kita tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus bergerak pada aksi,” kata Nasaruddin, dikutip Syariahnow.com, dari Kemenag.go.id, Jumat, 17 April 2026, di Jakarta.
Baca juga: Menag Sambut Dubes Palestina, Perkuat Hubungan Persaudaraan
Nasaruddin menambahkam, ekoteologi merupakan bagian dari ajaran agama yang menempatkan pelestarian alam sebagai tanggung jawab keimanan. Berbagai konsep dalam agama, kata dia, telah mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari keberlanjutan kehidupan.
Selain itu, dia mendorong penerapan kurikulum berbasis cinta dalam sistem pendidikan. Pendekatan ini dinilai mampu menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
“Kurikulum Cinta mengajarkan kita untuk merawat bumi dengan penuh kasih. Dari kesadaran ini akan lahir tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kehidupan,” katanya.
Baca juga: 42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK
Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Evi Muafiah, menyatakan kampusnya telah mulai mengimplementasikan konsep tersebut melalui berbagai program. Salah satunya adalah pengelolaan sampah mandiri yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
“Hasil pengelolaan sampah ini dapat dimanfaatkan kembali dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kampus berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Evi, penguatan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kepedulian lingkungan dan nilai kemanusiaan.
Baca juga: Menag Dorong Collaborative Governance untuk Perkuat SDM Nasional
Kegiatan ini dihadiri sivitas akademika UIN Ponorogo serta sejumlah pejabat, antara lain Staf Khusus Bidang SDM, Media dan Komunikasi Publik Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Bidang Hukum dan HAM Kemenag Andi Salman, Direktur Pesantren Basnang Said, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta para rektor perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Jawa Timur.
Terpopuler
-
ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN
-
Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman
-
Revitalisasi IAEI: Mengembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi Syariah di Indonesia
-
Jelang Muktmar IAEI 2025, Pilih Pemimpin yang Komitmen dalam Pengembangan Ekonomi Islam
-
Tahun 2024, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Capai 39,11℅ dan 12,88℅




