<strong>Syariahnow.com-Jakarta-</strong><a href="http://kemenag.go.id">Menteri Agama</a> (Menag) <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Nasaruddin Umar</span></span> menegaskan pentingnya integrasi nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penguatan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo</span></span>, Jawa Timur. <div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow"> <div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="453744f8-a4e6-4d40-94de-f1477eceb7ae" data-message-model-slug="gpt-5-3" data-turn-start-message="true"> <div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden"> <div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling"> <p data-start="683" data-end="916">Dalam kegiatan bertajuk Penguatan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta: dari Kesadaran Spiritual Menuju Aksi Lingkungan yang digelar di auditorium kampus tersebut, Menag menilai kesadaran spiritual tidak cukup berhenti pada tataran konsep.</p> <p data-start="918" data-end="1095">“Kesadaran spiritual harus mampu melahirkan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Kita tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus bergerak pada aksi,” kata Nasaruddin, dikutip <em>Syariahnow.com</em>, dari Kemenag.go.id, Jumat, 17 April 2026, di Jakarta.</p> <p data-start="918" data-end="1095">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/menag-sambut-dubes-palestina-perkuat-hubungan-persaudaraan/">Menag Sambut Dubes Palestina, Perkuat Hubungan Persaudaraan</a></p> <p data-start="1097" data-end="1364">Nasaruddin menambahkam, ekoteologi merupakan bagian dari ajaran agama yang menempatkan pelestarian alam sebagai tanggung jawab keimanan. Berbagai konsep dalam agama, kata dia, telah mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari keberlanjutan kehidupan.</p> <p data-start="1366" data-end="1578">Selain itu, dia mendorong penerapan kurikulum berbasis cinta dalam sistem pendidikan. Pendekatan ini dinilai mampu menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.</p> <p data-start="1580" data-end="1747">“Kurikulum Cinta mengajarkan kita untuk merawat bumi dengan penuh kasih. Dari kesadaran ini akan lahir tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kehidupan,” katanya.</p> <p data-start="1580" data-end="1747">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/42-ribu-pesantren-jadi-fokus-digitalisasi-keuangan-kemenag-dan-ojk/">42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK</a></p> <p data-start="1749" data-end="2023">Rektor <a href="http://uinponorogo.ac.id"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo</span></span></a>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Evi Muafiah</span></span>, menyatakan kampusnya telah mulai mengimplementasikan konsep tersebut melalui berbagai program. Salah satunya adalah pengelolaan sampah mandiri yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.</p> <p data-start="2025" data-end="2154">“Hasil pengelolaan sampah ini dapat dimanfaatkan kembali dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kampus berkelanjutan,” ujarnya.</p> <p data-start="2156" data-end="2429">Menurut Evi, penguatan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta sejalan dengan arah kebijakan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kementerian Agama Republik Indonesia</span></span> dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kepedulian lingkungan dan nilai kemanusiaan.</p> <p data-start="2156" data-end="2429">Baca juga: <a href="https://syariahnow.com/menag-dorong-collaborative-governance-untuk-perkuat-sdm-nasional/">Menag Dorong Collaborative Governance untuk Perkuat SDM Nasional</a></p> <p data-start="2431" data-end="2807">Kegiatan ini dihadiri sivitas akademika UIN Ponorogo serta sejumlah pejabat, antara lain Staf Khusus Bidang SDM, Media dan Komunikasi Publik Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Bidang Hukum dan HAM Kemenag Andi Salman, Direktur Pesantren Basnang Said, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta para rektor perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Jawa Timur.</p><!--nextpage--> </div> </div> </div> </div>