Syariahnow.com-Jakarta-Negara-negara anggota G20 dan BRICS sepakat memperkuat kerja sama internasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rangkaian pertemuan keuangan internasional di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 14–15 April 2026.
Pertemuan berlangsung dalam agenda Finance Minister and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat serta Pertemuan Deputi BRICS di bawah Presidensi India. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Presidensi G20 Amerika Serikat 2026 mengusung tema “Growth through Deregulation, Energy Abundance, and Innovation” yang menekankan penyederhanaan regulasi, penguatan pasokan energi, serta percepatan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Baca juga: Bank Indonesia Pastikan Inflasi IHK Maret 2026 Tetap Stabil
Dalam forum tersebut, Perry menyoroti pentingnya melihat ketidakseimbangan global tidak hanya dari sisi neraca transaksi berjalan, tetapi juga neraca finansial. Menurut dia, risiko ketidakseimbangan di sektor keuangan kini semakin signifikan terhadap stabilitas global.
“Diperlukan tiga respons kebijakan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi global imbalances. Pertama, menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Kedua, mendorong reformasi struktural. Ketiga, menerapkan kebijakan perdagangan yang terbuka.” kata Perry, dikutip Syariahnow.com, dari bi.go.id, Jumat, 17 April 2026, di Jakarta.
Dalam forum BRICS, negara-negara anggota menyepakati penguatan kerja sama “South-South” untuk menghadapi fragmentasi geopolitik, keterbatasan pembiayaan, serta kerentanan makrofinansial di negara berkembang. Salah satu langkah yang disepakati adalah pembentukan Task Force on Growth and Development (TFGD).
Baca juga: Perkuat Talenta Digital, OJK dan BI Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia
Ke depan, bank sentral negara-negara BRICS juga akan memperkuat kolaborasi di sektor strategis, seperti sistem pembayaran, kecerdasan buatan, keamanan siber, teknologi finansial, serta penguatan jaring pengaman keuangan internasional.
Di sela-sela pertemuan, Perry juga menggelar pertemuan bilateral dengan Michael S. Barr untuk membahas perkembangan ekonomi global, ketahanan energi, serta digitalisasi sistem pembayaran.
Terpopuler
-
ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN
-
Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman
-
Revitalisasi IAEI: Mengembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi Syariah di Indonesia
-
Jelang Muktmar IAEI 2025, Pilih Pemimpin yang Komitmen dalam Pengembangan Ekonomi Islam
-
Tahun 2024, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Capai 39,11℅ dan 12,88℅



