Syariahnow.com-Jakarta-Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, suasana harap penuh rindu mulai terasa di lingkungan BSI Maslahat. Sebagai bagian dari ikhtiar menyambut bulan Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin, BSI Maslahat menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1447 H. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (13/02) di aula kantor pusat BSI Maslahat.
Kegiatan diawali dengan semangat kebersamaan yang sederhana namun hangat, melalui makan siang bersama usai salat Jumat. Suasana kekeluargaan tersebut menjadi pembuka menuju sesi utama, yakni kajian Tarhib Ramadan. Kajian ini menghadirkan KH. Mohamad Hidayatullah, Dewan Pengawas Syariah PT Bank Syariah Indonesia, sebagai narasumber.
Dalam tausiyahnya, KH. Mohamad Hidayatullah mengajak seluruh pegawai untuk bermuhasabah melalui Tarhib Ramadan sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Ia menjelaskan bahwa kata Tarhib berasal dari kata rahiba yang berarti luas, lapang, atau lebar. Kata Rahiba juga dapat berkembang menjadi kata Marhaban yang berarti selamat datang. “Jadi Tarhib Ramadan memiliki makna menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kelapangan, kebahagiaan, dan kesiapan” ujarnya.
Kata Ramadan juga berasal dari Bahasa Arab yakni رمض / ramadha yang berarti panas yang membakar atau kekeringan. Namun, ada makna lebih mendalam dari arti kata tersebut. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, “Dinamakan bulan Ramadan karena ia mengugurkan (membakar) dosa-dosa dengan amal saleh.”
Lebih lanjut, KH. Mohamad Hidayatullah juga menyampaikan bahwa “hadirnya ramadan datang menyucikan badan manusia dari kotoran dan dosa dosa,” tambah beliau. Ia juga memberikan motivasi kepada para amil agar menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk semakin menguatkan peran dalam semangat menebar kemaslahatan.



