Baca Juga: Perkuat Ahlussunah Wal Jama’ah, Kemenag Dorong Moderasi Beragama di ASEAN
Sunario sangat terlibat setidaknya dalam dua peristiwa penting, Manifesto Politik 1925 dan Kongres Pemuda II. Dalam kedua peristiwa tersebut, dia aktif sebagai pengurus Perhimpunan Indonesia dan bahkan menjadi salah satu pembicara kunci dalam Kongres Pemuda II.
Setelah menyelesaikan studinya di Belanda, Sunario kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Dia menjadi seorang pengajar dan juga aktif dalam berbagai kegiatan akademik.
Sementara itu karya tulis Sunario ‘Arti Sumpah Pemuda, Nasional dan Internasional ditulis pada tahun 1974. Karya ini memberikan analisis mendalam tentang makna Sumpah Pemuda, tidak hanya dalam konteks nasional Indonesia, tetapi juga dalam konteks internasional. (*)




