Al-Irsyad Diharapkan Menjadi Pusat Pencerahan
Nasaruddin menilai nama Al-Irsyad memiliki makna yang erat dengan petunjuk, bimbingan, dan pencerahan. Karena itu, kampus tersebut diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal, tetapi juga ruang pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: 42 Ribu Pesantren Jadi Fokus Digitalisasi Keuangan Kemenag dan OJK
“Al-Irsyad ini kami sangat berharap memberikan pencerahan terhadap masyarakat kita,” tutur Menag.
Ia menambahkan, pendidikan Islam memiliki keunggulan dalam membangun keseimbangan antara rasionalitas, spiritualitas, dan akhlak. Oleh sebab itu, pengembangan kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan penguatan nurani dan tanggung jawab moral.
“Dalam Islam, sumber pembelajaran itu bukan hanya deduksi akal,” ungkap Menag.
Menurut dia, proses pendidikan tinggi Islam perlu menghidupkan tradisi tafakkur, tadzakkur, penghayatan, dan pembentukan karakter sehingga kampus menjadi ruang pengembangan ilmu sekaligus pembinaan kepribadian.
Didorong Berkembang Menjadi Universitas
Baca juga: Madrasah Unggulan Akan Dibangun di Depok, Kemenag Perkuat UIII
Nasaruddin berharap IAI Al-Irsyad Jakarta mampu menjaga substansi keislaman sekaligus mengembangkan tradisi ilmu yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kedalaman spiritual dan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mendorong pengembangan kelembagaan IAI Al-Irsyad Jakarta agar memiliki visi yang lebih besar di masa depan.
“Al-Irsyad jangan berhenti hanya sampai di tingkat institut. Harus menjadi universitas,” pesan Menag.
Ia pun mengajak para dosen dan civitas akademika menjadikan kampus sebagai ruang intelektual dan spiritual yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Baca juga: Mudik Kemenag 2026 Berangkatkan 700 Pemudik ke Jawa dan Sumatra
“Saya mohon betul kepada para dosen, mari kita menjadikan IAI Al-Irsyad ini oase spiritual di tengah kegersangan Kota Metropolitan Jakarta,” ucap Menag.
Peresmian IAI Al-Irsyad Jakarta diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat peran pendidikan tinggi Islam yang berakar pada tradisi keilmuan, responsif terhadap tantangan zaman, serta berorientasi pada kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.





