Syariahnow.com-Jakarta-Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan musafir atau orang yang melakukan perjalanan jauh, termasuk saat mudik Lebaran, diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Namun demikian, Arsad mengingatkan pentingnya menjaga adab selama bulan Ramadan, terutama terhadap orang yang tetap menjalankan puasa.
“Sebisa mungkin tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan orang yang sedang berpuasa. Itu bagian dari adab dan etika yang perlu dijaga,” kata Arsad, dikutip Syariahnow.com dari website kemenag.go.id, Senin, 25 Mei 2026, di Jakarta.
Baca juga: Ini Arahan Menag untuk Pelaksanaan Program 2026 Kementerian Agama
Menurut Arsad, keringanan bagi musafir untuk tidak berpuasa memiliki dasar dalam Al-Qur’an, salah satunya Surah Al-Baqarah ayat 185. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain setelah Ramadan.
Meski diperbolehkan berbuka, Arsad menilai tetap berpuasa saat perjalanan memiliki keutamaan tersendiri apabila kondisi fisik masih memungkinkan.
“Apabila seseorang masih mampu berpuasa saat mudik, maka itu lebih baik dan memiliki keutamaan tersendiri,” jelasnya.
Baca juga: Kolaborasi Kementerian Agama dan UNJ Ciptakan Kampus yang Harmoni
Dia menambahkan, pandangan tersebut juga diperkuat sejumlah hadis yang menunjukkan Rasulullah Muhammad Saw. pernah tetap menjalankan puasa saat bepergian.
Dalam riwayat Abu Darda, disebutkan bahwa ketika melakukan perjalanan di tengah cuaca sangat panas, hanya Rasulullah Saw. dan Abdullah bin Rawahah yang tetap berpuasa. Hadis tersebut diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Menurut Arsad, keputusan untuk tetap berpuasa atau berbuka saat safar bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Baca juga: Kementerian Agama Rilis Giwang Emas 2045
“Bagi yang sedang safar lalu tetap berpuasa, itu menjadi keutamaan tersendiri selama tidak menimbulkan kesulitan yang berat,” ujarnya.
Dia juga mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan selama perjalanan. Arsad menyarankan pemudik memanfaatkan fasilitas masjid yang tersedia di sepanjang jalur mudik.
“Kalau dalam perjalanan merasa lelah, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan masjid-masjid yang menjadi bagian dari program Masjid Ramah Pemudik sebagai tempat beristirahat,” tutup Arsad.
Terpopuler
-
ADPISI Rumuskan Rekomendasi Peningkatan Mutu MTQMN
-
Bank Syariah Ini Ciptakan SuperApp BYOND, Janjikan Layanan Lengkap dan Aman
-
Revitalisasi IAEI: Mengembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi Syariah di Indonesia
-
Jelang Muktmar IAEI 2025, Pilih Pemimpin yang Komitmen dalam Pengembangan Ekonomi Islam
-
ADPISI Rumuskan Arah Baru Pendidikan Agama di Perguruan Tinggi Umum





