Syariahnow.com-Jakarta-PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada layanan cash management system Muamalat Digital Integrated Access (MADINA) sepanjang 2025. Layanan ini menunjukkan pertumbuhan dari sisi pengguna, frekuensi, hingga volume transaksi.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, jumlah pengguna MADINA meningkat 13 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi lebih dari 13.700 pengguna pada akhir tahun lalu. Sejalan dengan itu, frekuensi transaksi juga naik 12 persen yoy menjadi sekitar dua juta transaksi.
Volume transaksi MADINA tercatat melampaui Rp48 triliun hingga penghujung 2025. Capaian ini mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi nasabah korporasi yang memanfaatkan layanan digital perseroan.
Baca juga: DPK Bank Muamalat Tumbuh pada 2025, Capai Rp45,5 Triliun
“Hasil ini menjadi bukti suksesnya strategi kami yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai institusi serta implementasi sejumlah inisiatif yang relevan. Sehingga kepercayaan nasabah korporasi tetap terjaga untuk terus menggunakan layanan MADINA,” kata Imam, kepada syariahnow.com, melalui siaran pers, Kamis, 9 April 2026, di Jakarta.
Imam menambahkan, salah satu inisiatif yang dilakukan perseroan adalah penambahan fitur online foreign exchange (Online FX). Fitur ini memungkinkan nasabah korporasi melakukan transaksi valuta asing secara daring dengan kurs counter melalui MADINA.
Bank Muamalat mencatat, fitur tersebut menunjukkan kinerja positif dari sisi volume transaksi. Selain itu, layanan MADINA juga berkontribusi terhadap peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) perseroan.
Baca juga: Bank Muamalat Kian Agresif di Segmen Ritel Konsumer
Layanan virtual account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA turut mencatat pertumbuhan. Frekuensi transaksi VA meningkat 14 persen yoy menjadi 4,8 juta transaksi, dengan volume mencapai Rp7,8 triliun atau naik 14 persen yoy.
“Kemitraan strategis dengan institusi menjadi kunci utama di balik moncernya performa MADINA. Oleh sebab itu, kami akan terus menjajaki penetrasi pada sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, komunitas dan ekosistem muslim, serta lembaga keuangan syariah seperti Bank Pembiayaan Rakyat Syariah,” imbuh Imam.




