Jakarta-Syariahnow.com-Dosen Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Burhan Ali berhasil menyelesaikan perjuangan akademisnya di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, dengan meraih gelar Doktor Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir berpredikat Cumlaude. Pencapaian ini menjadi inspirasi karena disertasinya, “Reaktualisasi Istitaah dalam Manajemen Antrean Haji di Indonesia Perspektif Al-Qur’an,” secara gamblang menawarkan solusi bagi masalah sosial keagamaan terbesar di Indonesia.
Burhan Ali menunjukkan kiprahnya sebagai akademisi yang mampu mengurai benang kusut masalah haji melalui pendekatan normatif-filosofis dan interdisipliner. Penelitiannya mengontekstualisasikan nilai-nilai inti Al-Qur’an-seperti keadilan (‘adālah), kemaslahatan (al-mashlaḥah), dan kemudahan (yusr)-ke dalam manajemen antrean.
“Disertasi ini menegaskan bahwa Istitaah adalah tanggung jawab kolektif, tidak hanya urusan pribadi. Sistem haji yang adil dan efisien harus menjamin kesiapan jemaah secara holistik,” kata Burhan Ali, kepada syariahnow.com, seusai, sidang program doktor, Selasa, 4 Nopember 2025.
Temuan Model Integrasi Aktualisasi Istitaah (MIAI) yang diusulkan Burhan Ali adalah bukti nyata bagaimana kajian Al-Qur’an dapat menghasilkan kerangka kerja kebijakan. Model ini memungkinkan penilaian multidimensional yang memastikan jemaah berangkat dengan kesiapan finansial, kesehatan berkelanjutan, kemandirian mental, dan keamanan diri yang optimal.
Inovasi Solusi Antrean Haji
Disertasi yang dikerjakan Burhan Ali menawarkan perspektif baru dalam mengatasi isu krusial antrean panjang ibadah haji di Indonesia yang telah mencapai puluhan tahun. “Penelitian ini mereaktualisasi makna Istitaah (kemampuan) dalam konteks masa kini, berlandaskan perspektif Al-Qur’an,” jelasnya.




