Syrariahnow.com-Jakarta-Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) menggandeng Pusat Studi Pengukuran dan Pengujian Pendidikan (PSPPP) UIN Sunan Ampel Surabaya menyeleksi 110 calon Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama. Mereka ikut seleksi pada Program S2 Double Degree antara University of Camberra Australia dengan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ujian berupa Tes Bakat Skolastik (TBS) digelar secara daring pada Sabtu (21/02/2026) di Surabaya. Program Double Degree, antara kedua PT tersebut akan difokuskan pada Pendidikan Bahasa Inggris (Teaching English as Second or Foreign Language-TESOL), dengan skema satu tahun di UIN Sunan Ampel dan satu tahun di Cambera University Australia.
Kepala Puspenma Sekretariat Jenderal Kemenag, Ruchman Basori, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ujian TBS di Surabaya. “Sinergi antara Puspenma dan Pusat Studi Pengukuran dan Pengujian Pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya berjalan efektif, diharapkan mampu menjaring calon Awardee yang unggul,” kata Ruchman, dikutip Syariahnow.com, dari kemenag.go.id, Senin, 23 Pebruari 2026, di Jakarta.
“Program Double Degree Beasiswa Indonesia Bangkit, merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang unggul dan berdaya saing,” lanjutnya.
Alumni IAIN Walisongo ini berharap ikhtiar Kemenag mengirimkan sejumlah mahasiswa ke Australia dapat meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan lembaga Pendidikan Keagamaan dari mulai Tingkat Dasar hingga Perguruan Tinggi. Program S2 Double Degree TESOL merupakan layanan BIB Co Founding. Satu tahun di UIN Surabaya dibiayai full oleh LPDP-Kementerian Agama dan satu tahun di Australia dibiayai oleh Australian Award Scholarship (AAS).




