Pembina Yayasan BMM sekaligus Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono turut memberikan dukungannya kepada para relawan. Menurutnya, relawan yang diutus langsung menjadi wujud nyata bahwa dukungan kemanusiaan tidak mengenal batas negara yang membawa doa dan harapan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina.
“Kita mungkin tidak bisa menghentikan musim dingin di Palestina. Tapi kita bisa mengirimkan kehangatan melalui para relawan yang menyampaikan bantuan secara langsung dan membawa doa dari masyarakat Indonesia yang ingin melihat rakyat Palestina tetap kuat menghadapi musim tersulitnya,” kata Imam.
Bekerja sama dengan Islamic Charity Center for Society (ICCS), Jordanian Hashemite Charity Organization (JHCO), Global Humanity Network (GHN), BMM menyasar 10.350 rakyat Palestina menjadi penerima manfaat dalam distribusi program ini.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 lalu, kondisi di Palestina masih sangat memprihatinkan. Tercatat sebanyak 71.629 warga menjadi korban jiwa, 171.232 menderita luka-luka, 92% rumah hancur, dan 43.000 balita mengalami malnutrisi. Situasi ini menjadi lebih sulit saat musim dingin yang berlangsung sampai awal Maret mendatang dengan suhu mencapai 7 derajat celsius.
Melalui program Ekspedisi Palestina-Winter Survival, BMM berharap distribusi bantuan ini dapat meringankan beban rakyat Palestina serta memperluas dukungan kemerdekaan bagi mereka.




