Program lainnya meliputi pembagian takjil lintas agama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, distribusi bantuan kurma dari pemerintah luar negeri, serta penyaluran sembako bagi masyarakat dhuafa.
“Pembagian takjil ini tidak hanya melibatkan umat Islam, tetapi juga umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, menunjukkan resonansi sukacita Ramadan dari dan untuk semua,” jelasnya.
Kamaruddin Amin menambahkan bahwa Kemenag juga mendistribusikan 100 ton kurma hibah dari Pemerintah Arab Saudi dan 30 ton dari Unit Emirat Arab, serta menyalurkan ribuan paket sembako bekerja sama dengan berbagai pihak.
Kolaborasi Nasional dan Peran Rumah Ibadah
Menag mengungkapkan peran besar rumah ibadah dalam mendukung kelancaran mudik tahun ini. Ribuan masjid, serta gereja, pura, dan vihara, disiapkan sebagai tempat istirahat pemudik.
Menag juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan mudik nasional, mulai dari Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, hingga BUMN.
“Sesungguhnya, orang yang paling tepat untuk kita tempatkan berterima kasih adalah Presiden kita tercinta, Bapak Prabowo. Berkali-kali rapat dilakukan untuk memperhatikan bagaimana nasib para pemudik agar lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menag juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga keselamatan selama perjalanan serta mengedepankan niat ibadah dalam mudik. “Selamat kepada Bapak Ibu yang mendapatkan kesempatan ini untuk pulang ke kampung,” ucapnya.




