Film Hayya: The Power of Love 2 mengisahkan tentang sosok Rahmat, seorang relawan kemanusiaan di Palestina yang mengalami perubahan perilaku setelah bertemu dengan sosok Hayya yang membuatnya terinspirasi karena ketangguhan dan keteguhannya sebagai gadis kecil yatim piatu di Palestina. Kedekatan Hayya dengan Rahmat selama berada di camp pengungsian menyajikan cerita yang emosional hingga tiba saat relawan tersebut harus pulang ke Indonesia.
Pembina BMM sekaligus Produser Pendamping Film Hayya: The Power of Love 2, Imam Teguh Saptono menjelaskan alasan pembuatan film ini adalah bagian dari strategi dakwah di era modern.
“Kita sepakat bahwa film yang kita jalani adalah film dakwah. Kita merasa mendapatkan panggilan untuk memproduksi film tentang dakwah dalam cakupan arti yang luas. Perjuangan rakyat Palestina merupakan tantangan dakwah yang tiada akhirnya,” ujar Imam.
BMM terus melakukan inisiatif untuk menumbuhkan rasa solidaritas dan dukungan masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan untuk mendukung tim relawan BMM yang akan memulai perjalanan Ekspedisi Palestina-Winter Survival dalam waktu dekat.
Untuk diketahui, program Ekspedisi Palestina – Winter Survival merupakan kelanjutan dari Ekspedisi pertama BMM mengirim bantuan ke Palestina pada Ramadhan 1446 H/2025 M lalu. Program ini dilakukan menjelang musim dingin di Palestina pada pertengahan Desember 2025 hingga awal Maret 2026, dengan suhu yang dapat mencapai lima derajat celcius.




