“Kami ITS sebagai institusi pendidikan yang lebih dikenal kompetensinya di bidang teknologi menyadari bahwa teknologi tanpa value, ibarat mesin saja. Namun, bagi teman-teman ITS yang peduli pada ekonomi syariah dan Zona Khas ITS merupakan teman-teman yang ingin memberikan makna lebih terhadap persoalan keilmuan di bidang teknologi yaitu, bagaimana teknologi tidak sebagai teknologi saja tetapi teknologi dapat menjadi bagian dari kemajuan peradaban. Karena itulah ekonomi syariah menemukan relevansinya di ITS karena banyak pegiat-pegiat atau teman-teman yang sudah mulai peduli dengan ekonomi syariah,” kata Machsus.
“Zona Khas ITS dahulunya hanya digunakan sebagai kantin sederhana, tetapi melalui semangat dari teman-teman yang peduli ekonomi syariah yang dimotori Prof. Gunawan, Tri Joko dan lain-lain, merubah kantin yang sederhana menjadi memiliki makna dan kontribusi terhadap peradaban,” Ujar Machrus.
Zona Khas ITS tentu akan memberikan value yang lebih kepada customernya. ”Saya katakan kepada adik-adik mahasiswa bahwa makan dimanapun pasti akan kenyang. Namun, makan dan minum kantin Zona Khas ITS tidak hanya mendapatkan kenyang dalam arti fisik namun juga kenyang dalam arti value dan keberkahan,” lanjutnya.
Melalui civitas akademika ITS dan ekosistem lainnya maka akan terbentuk kebiasaan-kebiasaan yang tidak lepas dari nilai-nilai ekonomi syariah. Maka diharapkan ke depan kepedulian terhadap keadilan ekonomi dan memanusiakan manusia dengan nilai-nilai kemanusiannya menjadi lebih masif terlihat. Sehingga ini menjadi modal berharga bagi adik-adik mahasiswa. Karena pembiasaannnya dilakukan sejak menjadi mahasiswa.




