“Perlu disampaikan juga bahwa sebelum dan selama bulan Ramadhan Masjid Al Hadi Hikmatul llmi UIC mengadakan berbagai kegiatan, diantaranya Tarhib Ramadhan, mendatangkan ulama dari luar UIC dan mendatangkan ulama dari Madinah serta memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan tidak mampu. Insya Alloh diakhir Ramadhan, 27 Nuzulul Quran akan diadakan kegiatan lagi. Jadi acara pokok dan acara lainnya tetap berjalan,” jelasnya.
Di tempat sama, seusai menjadi Imam Sholat Tarawih Syeik Abdurrahman Jabber mengatakan situasi Palestina hingga saat ini masih terus membawa penderitaan bagi warganya. Konflik dan ketegangan pun masih terjadi di sekitar Masjidil Aqsa. “Saya senang dengan masyarakat Indonesia karena paling aktif menyuarakan pembebasan negara Palestina. Allhmdullilah, semoga kami bersama dengan masyarakat Indonesia dapat terus bersuara untuk membebaskan Masjidil Al Aqsa dan Palestina. Agar masyatarakat Palestina mendapatkan kemerdekaan yang sebenarnya,” kata Jabber.
Jabber juga berharap agar semua umat muslim di seluruh dunia bersatu untuk membebaskan Palestina dan Masjidil Aqsa. Karena dalam membebaskan Palestina dan masjidil Aqsa tidak bisa masing-masing. Umat muslim di Indonesia, Malaysia dan negara-negara lain harus bersatu melawan zionis Israel. “Bersatu untuk membebaskan Palestina itu penting,” tegasnya.
Acara buka puasa bersama yang penuh hikmat ini dihadiri Pembina dan Pengurus YPPIC, Rektor UIC Rahmah Marsinah, Wakil Rektor II UIC Yudo Kisworo, Wakil Rektor III UIC Murtiman, dekan dan wakil dekan, kaprodi, dosen dan mahasiswa serta masyarakat sekitar. Sebelum acara buka puasa bersama UIC memberikan 40 bingkisan kepada anak yatim piatu dan anak tidak mampu di lingkungan UIC. Kemudian dilanjutkan kuliah Ramadhan yang disampaikan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UIC Dzakwan dan doa penutup oleh Sekretaris Umum YPPIC Muhajirin Tohir.



