Aznovri menambahkan, sejumlah indikator keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan. Rasio return on asset (RoA) naik menjadi 6,44% pada 2025 dari 5,38% pada 2024. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO juga semakin baik, menjadi 16,28% pada 2025 dibandingkan akhir 2024 yang sebesar 18,35%. Dari sisi benefit yang diperoleh peserta, imbal hasil investasi naik menjadi 7,72% pada 2025 dari 6,76% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan positif imbal hasil investasi yang sepenuhnya dibagikan kepada peserta menunjukkan keberhasilan salah satu strategi DPLK Syariah Muamalat yang fokus pada optimalisasi investasi.
“Patut disyukuri, semua paket investasi DPLK Syariah Muamalat selama 2025 memberikan imbal hasil lebih dari 7%, baik paket investasi yang berisiko rendah, sedang, maupun tinggi,” ujar Aznovri.



