Syariahnow.com-Jakarta-PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,0 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025. Hingga akhir tahun, total DPK perseroan mencapai Rp45,5 triliun.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, kenaikan tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap kinerja bank syariah pertama di Indonesia itu yang tetap terjaga.
Untuk memperkuat penghimpunan dana, Bank Muamalat mengoptimalkan strategi peningkatan dana murah, salah satunya melalui Program Rindu Haji (Rincian Dana untuk Haji). Program ini ditujukan bagi nasabah yang ingin menabung untuk persiapan ibadah haji secara terencana dan sesuai prinsip syariah.
Baca juga: Bank Muamalat dan BMM Dorong Keterampilan Difabel Lewat Program Batik Ciprat di Ponorogo
Program Rindu Haji berlangsung sejak 9 Februari hingga 31 Desember 2026, dengan menawarkan berbagai insentif bagi nasabah, termasuk hadiah langsung dan kesempatan mengikuti undian.
“Kami memudahkan nasabah merencanakan ibadah haji ke Tanah Suci dengan menabung secara disiplin dan teratur. Selain bermanfaat untuk perencanaan keuangan, nasabah juga berkesempatan meraih grand prize di antaranya satu paket perjalanan umrah bersama pasangan atau keluarga,” kata Ricky, kepada Syariahnow.com, melalui siaran pers, Senin 6 April 2026, di Jakarta.
Bank Muamalat berharap program ini dapat mendorong masyarakat mempersiapkan dana haji sejak dini sekaligus memperkuat loyalitas nasabah melalui berbagai manfaat yang ditawarkan.
Baca juga: Bank Muamalat Kian Agresif di Segmen Ritel Konsumer
“Kami percaya setiap langkah yang diambil sedini mungkin, akan mampu mewujudkan kerinduan dan membawa semakin dekat pada perjalanan terindah di Tanah Suci,” pungkas Ricky.




