Babe Haikal menekankan pentingnya persatuan dan dialog dalam membangun kemajuan bersama. Babe Haikal mencontohkan teladan para nabi dalam menghadapi perbedaan dan konflik dengan pendekatan dialog.
Merujuk sejarah Islam, Rasulullah SAW selalu menjalin hubungan yang baik serta membangun dialog dengan berbagai pihak, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan. Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa persatuan, kebersamaan, dan komunikasi yang terbuka merupakan kunci dalam membangun kekuatan umat.
“Nilai-nilai tersebut mengajarkan bahwa dialog dan persatuan menjadi kunci untuk membangun kejayaan. Karena itu, mari kita bersatu membangun ekosistem halal yang sehat di Indonesia demi terwujudnya Halal Indonesia untuk masyarakat dunia,” ujar Haikal saat memberikan sambutan secara daring.
Lebih lanjut, Babe Haikal menambahkan bahwa penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan hanya oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan kolaborasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan.
“Kita semua memiliki peran penting dalam ekosistem halal. Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat antara pemerintah, ulama, lembaga pemeriksa halal, dan seluruh pemangku kepentingan, insya Allah penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Senada, Ketua Badan Pengurus Harian DSN MUI Muhammad Cholil Nafis, juga menegaskan pentingnya menjaga keselarasan langkah bersama dalam penyelenggaraan jaminan produk halal. Menurutnya, meskipun setiap lembaga memiliki peran yang berbeda, namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.




