Syariahnow.com-Jakarta-Kementerian Agama (Kemenag) akan memperkuat ekosistem Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) melalui integrasi pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan madrasah terpadu dan unggulan di kawasan kampus UIII, Depok, Jawa Barat.
Program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengembangan UIII yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin. Ia menegaskan komitmen institusi dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo yang diterjemahkan melalui pembangunan Madrasah Umum Terpadu sebagai bagian dari ekosistem UIII.
“Kita mendukung 100 persen upaya menjadikan madrasah umum terpadu ini sebagai bagian dari ekosistem UIII. Secara teknis kita putuskan, dan secara kebijakan kita amankan,” kata Kamaruddin Amin, dikutip Syariahnow.com, dari kemenag.go.id, Rabu, 1 April 2026, di Jakarta.
Baca juga: Menteri Agama Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
Kamaruddin menambahkan, madrasah terpadu tersebut diproyeksikan menjadi penyuplai utama mahasiswa unggulan bagi UIII. Konsep integrasi pendidikan dirancang berjenjang, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah dengan kurikulum yang diselaraskan dengan standar internasional UIII serta program “Astacita” Presiden.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menjelaskan pentingnya kesinambungan dalam sistem pendidikan tersebut.
“Dibutuhkan adanya input yang berkelanjutan. Jadi untuk S1 itu disuplai dari Pendidikan Madrasah Aliyah, yang sebelumnya sudah disuplai dari jenjang Tsanawiyah dan Ibtidaiyah yang terintegrasi di wilayah Depok,” ujar Arskal Salim.
Baca juga: Mudik Kemenag 2026 Berangkatkan 700 Pemudik ke Jawa dan Sumatra
Melalui koordinasi ini, Kementerian Agama berharap berbagai kendala teknis di lapangan dapat segera diatasi melalui pembagian peran yang jelas antara pihak universitas dan direktorat jenderal terkait. Dengan demikian, pengembangan UIII sebagai pusat unggulan pendidikan Islam global dapat berjalan lebih cepat dan terukur.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno, jajaran eselon II Ditjen Pendis, serta pimpinan UIII.



