Syariahnow.com-Jakarta-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Senin, 12 Januari 2026. Rapat ini diikuti oleh Wakil Menteri Agama, Sekretaris Jenderal, para pejabat Eselon I dan II, staf khusus, serta pimpinan unit kerja terkait.
Dalam rapat ini Menag menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi catatan Kementerian Agama . Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis jajaran pimpinan dalam menghadapi tantangan domestik maupun global di tahun mendatang.
Menteri Agama awalnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Agama atas kinerja yang telah ditunjukkan selama masa kepemimpinan berjalan. Menurutnya, Kementerian Agama telah memperoleh sejumlah pengakuan dan apresiasi, baik dari Presiden Republik Indonesia, media publik, maupun kementerian dan lembaga terkait.
Meski demikian, Menteri Agama menegaskan bahwa capaian tersebut belum dapat dikatakan maksimal. Ia menilai Kementerian Agama masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja, baik dari sisi kualitas program, kecepatan pelaksanaan, maupun ketepatan sasaran kebijakan. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memastikan penyempurnaan kebijakan ke depan.
Menteri Agama juga mengingatkan jajarannya untuk mencermati dinamika global yang tengah berkembang. Ia menyinggung sejumlah konflik dan ketidakstabilan politik di berbagai negara, seperti Venezuela, Iran, Sudan, Suriah, Yaman, dan Lebanon, yang berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi dunia dan nasional, khususnya terkait harga energi dan stabilitas anggaran negara.




